Pengaruh bentuk mata pada kinerja burung merpati

Banyak pihak yang menilai kemampuan burung merpati atau andhokan, baik merpati tinggian maupun merpati sport atau merpati balap sprint, melalui keadaan matanya. Walaupun belum ditemukan bukti-bukti atas kebenaran teori ini, .
Seperti ditulis Ari Soeseno dalam buku Memelihara dan Beternak Burung Merpati, dengan kedudukan mata yang berada di sisi kepala maka dapat dikatakan bahwa merpati akan dapat melihat semua yang berada di depannya dan yang ada di belakang-nya. Hanya ada suatu daerah yang cukup kecil yang lang-sung berada di belakang kepala yang tidak dapat dilihatnya..
Kemampuan merpati untuk melihat memegang peran penting dalam kita mendidiknya. Sebab burung belajar melalui apa yang dilihatnya;, serta mampu melihat adanya musuh sehingga burung bersiap-siap untuk mengelak. Bagi yang tahu, ia dapat melihat kondisi kesehatan burung me-lalui warna matanya.
Mata burung dapat dikatakan bulat, dengan biji mata berada di tengahnya. Di belakang biji mata ada lensa yang dapat mengubah bentuk obyek yang dipusatkan pada bagian belakang mata. Di sini terdapat retina yang peka cahaya dan mempunyai syaraf-syaraf (ribuan) yang berhubungan dengan otak dan ini akan menghasilkan penglihatan. Di belakang bola mata  ada tongkat kecil yang disebut pecten yang kegunaannya belum diketahui dengan pasti tetapi diperkirakan bahwa benda inilah yang membuat burung mampu melihat sesuatu gerakan pada jarak jauh.
Bulatan biji mata (iris) haruslah mempunyai warna yang tegas, tak boleh tampak kabur. Dan sebaiknya hanya satu warna – yang berwarna dua disebut “mata pecah”. Di sekeliling biji mata itu terdapat suatu garis tipis sehingga membentuk suatu lingkaran di luar biji mata. Lingkaran ini disebut dengan nama lingkaran adaptasi, lingkaran kondisi-mata, atau lingkaran korelasi (hubungan). Karena orang menilai ini mempunyai hubungan dengan kemampuan burung
: Mata burung mempunyai lingkaran berwar-na hijau atau ungu dengan ketebalan cukup menyolok. Inilah bentuk mata yang dicari-cari orang dan dianggap sebagai mata paling baik yang dimiliki burung.


Ada burung yang mempertontonkan prestasi terbang dalam pertandingan-pertandingan dan juga prestasi di dalam menurunkan keturunan burung-burung pemenang pertandingan, tetapi nyatanya burung ini hanya memiliki mata nomor 1 saja.

Dapatlah dikatakan bahwa prestasi burung masih ditentukan oleh faktor keturunan (prestasi leiuhur), bukan hanya pada mata. Tetapi penggabungan dari semua faktor dan itu ditu-runkan pada seekor burung akan membuat burung menjadi calon yang mantap untuk dilatih menjadi pemenang.


Leave a Reply

    Total Tayangan Laman

    Statistik Blog